kembali ke daftar Artikel

Facebook Akan Pekerjakan 3.000 Orang Untuk Hentikan Video Kekerasan


Senin, 22 Mei 2017, 09:48 | 109 views
Artikel oleh : Jeffry Aldino
ilustrasi / foto Dok.myshadow.org
Amerika Serikat: Di tengah meningkatnya beberapa video di Facebook yang menggambarkan pembunuhan, tindakan  bunuh  diri, perkosaan, dan berbagai tindakan kekerasan  lainnya, raksasa media sosial  Facebook,  menyatakan akan mempekerjakan 3.000 orang lagi untuk mengulas video dan menghapus video yang melanggar syarat dan  ketentuan  penggunaan  aplikasi  sosial media di situs miliknya.
Perusahaan tersebut telah  menghadapi  tekanan yang semakin besar  untuk  menghentikan  penggunaanya,  mengunggah  dan menyebarkan video yang menggambarkan  berbagai  tindakan  kekerasan.
Merujuk pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Facebook, video yang mengandung kekerasan tidak diizinkan untuk diunggah dan disebarkan. Hal itu sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai kejadian akhir-akhir ini, dan diperlukan beberapa waktu bagi perusahaan tersebut untuk mengulas dan menghapuskan video-video semacam itu. Pengumuman penambahan jumlah staf yang sudah mencapai 4.500 orang yang bertangungjawab untuk mengulas video dikeluarkan pada rabu melalui laman Facebook milik Mark Zuckerberg.
Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg menulis, “dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir, kita telah saksikan bagaimana orang-orang menyakiti diri mereka sendiri dan orang lain, dalam video yang ditayangkan secara langsung atau diunggah ke Facebook. Video-video semacam itu sangat menghancurkan perasaan, dan saya telah merenung dan memikirkan cara bagaimana kita dapat memberi kontribusi positif kepada masyarakat.” “Para pengkaji video ini juga akan membantu kita untuk merespon lebih baik lagi dalam menghapus video-video semacam ini yang tidak diizinkan untuk diunggah dan disebarkan lewat Facebook seperti ujaran kebencian dan eksploitasi anak,” tulis Zuckerberg. “kami akan terus bekerja bersama kelompok-kelompok masyarakat di tingkat lokal dan penegak hukum yang berada di posisi paling tepat untuk membantu seseorang apabila mereka membutuhkannya, baik saat mereka akan menyakiti dirinya sendiri atau karena mereka berada dalam ancaman orang lain.”
Selain menambah jumlahstaf, Zuckerberg menyatakan perusahaan itu akan meningkatkan kemampuan perangkat lunaknya untuk mencegah diunggahnya video-video yang mengandung unsur kekerasan ke situs tersebut. “Kami akan membuatnya lebih mudah untuk melaporkan permasalahan lebih cepat bagi para pengulas, untuk menentukan pos-pos seperti apa yang melanggar standar kami dan sekaligus memudahkan bagi mereka untuk menghubungi penegak hukum apabila seseorang butuh bantuan,” kata Mark.
COPYRIGHT INTV @2017