kembali ke daftar Artikel

Living World kembali mengadakan kompetisi Lion Dance Championship di tahun ini.


Kamis, 13 April 2017, 08:33 | 184 views
Artikel oleh : Barza Hasan
ilustrasi / foto DOK.INTV
Tangerang – IN TV, Living World kembali mengadakan kompetisi kejuaraan Barongsai tingkat Internasional yang akan diselenggarakan pada 23 – 24 April 2017. Kejuaraan Barongsai ini, akan diikuti oleh 12 team dari 6 negara di  kawasan Asia, dimana setiap negara akan mewakilkan pemain Barongsai terbaiknya. 
Pertandingan Barongsai kelas dunia yang diselenggarakan oleh Living World ini, akan menjadi pembuktian bagi eksistensi kesenian Barongsai di tanah air,  setelah selama 32 tahun orde baru berkuasa, segala hal yang terkait kebudayaan Cina atau Tiongkok dilarang, termasuk Barongsai. Namun ketika Abdurahman Wahid alias Gus Dur menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Barongsai dan kesenian Cina lainnya diijinkan dengan bebas, untuk ditampilkan dalam berbagai acara. dengan bebas, itulah penjelasan Ronald Syarif selaku Ketua Yayasan Kong Ha Hong, dalam konferensi persnya mengenai kejuaraan Barongsai tingkat Internasional di Living World.
Ronald juga menambahkan, dengan keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan Barongsai tingkat Internasional ini, bukan tidak mungkin jika olahraga Barongsai akan menjadi salah satu cabang olahraga yang di pertandingkan pada Pekan Olahraga nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua nanti.
Jannywati Hartini, selaku Direktur Living World menjelaskan “Event pertandingan ini kembali diadakan, dimana sebelumnya pihaknya telah sukses mengadakan dua kali pertandingan Barongsai Internasional pada 2013 dan 2014 yang lalu. Pertunjukan Barongsai yang merupakan kesenian dan olahraga asli Tiongkok ini, telah menjadi bagian dari olahraga dan kebudayaan Indonesia serta selalu menjadi favorit, khususnya bagi para pengunjung Living World. 
Enam negara yang menjadi peserta turnamen adalah Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia dan Indonesia. Turnamen ini juga memperebutkan hadiah uang tunai sebesar US$ 15,000, sementara beberapa kriteria penilaian juri dalam pertandingan ini adalah, kerjasama antar pemain, langkah – langkah serta tingkat kesulitan atraksi yang dilakukan oleh setiap peserta.
Xaverius Djunair selaku Sekjen Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) menjelaskan, “Pertandingan ini diadakan bukan hanya untuk mencari prestasi, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi antar para pemain Barongsai dan sekaligus sebagai ajang pemersatu bangsa. Dalam kejuaraan ini, akan dihadirkan juri lokal dan Internasional, 
Diharapkan ajang pertandingan ini bukan hanya sekedar kompetisi olahraga Barongsai tingkat profesional saja, tetapi juga sebagai wadah untuk mempersatukan suku dan agama yang ada di Indonesia. Olahraga Barongsai juga tidak selalu identik dengan orang Tionghoa saja, tetapi suku di luar Tionghoa juga boleh menikmati serta bisa menjadi atlet dari permainan Barongsai tersebut, tutur ; Ronald Syarif.   
   
 Eva/Martin/Kurniawan/intv
COPYRIGHT INTV @2017