Back to newsline
Nasional
SAMBUTAN POSITIF PRESIDEN JOKOWI TERHADAP DEKLARASI ANTI RADIKALISME DAN TERORISME
Artikel Oleh Susanti
Rabu, 27 September 2017, 13:58 WIB | 42 views


Presiden Joko Widodo berfoto bersama dalam acara deklarasi anti radikalisme terorisme di Nusa Dua Bali Selasa 26 September 2017. (Foto Biro Pers kepresidenan RI).
Jakarta – "Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah kita. Keterbukaan tidak bisa kita hindari sehingga media sosial sangat terbuka bebas untuk infiltrasi yang tidak kita sadari. Tadi saya bangga telah dideklarasikan oleh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia yang bertekad untuk mempersatukan kita dalam NKRI, berpegang teguh dalam UUD 1945, dan menjaga Bhinneka Tunggal Ika,". Itulah beberapa kalimat yang disampaikan Presiden Joko Widodo, dalam acara deklarasi anti radikalisme dan terorisme dari seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, 26 September 2017.



Presiden Jokowi, menyambut positif deklarasi perguruan tinggi se-Indonesia dalam melawan radikalisme, sekaligus mengingatkan adanya ancaman yang menyusup di balik perkembangan teknologi, diantaranya melalui media sosial yang sangat terbuka.



Jokowi, juga mengingatkan, perguruan tinggi adalah sumber pengetahuan dan pencerahan, oleh karena itu Jokowi menekankan, sangat berbahaya bila perguruan tinggi dimanfaatkan segelintir pihak sebagai medan infiltrasi ideologi radikalisme terorisme.



"Saya ingin mengingatkan pada kita semua bahwa perguruan tinggi adalah kawahnya pengetahuan, sumber pengetahuan dan sumber pencerahan. Dan sangat berbahaya sekali kalau perguruan tinggi menjadi medan infiltrasi ideologi-ideologi radikal. Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," pesan Presiden. (seperti dilansir VOA)



Perguruan tinggi juga harus mengambil sikap jelas dan tegas dalam mencegah serta melawan radikalisme. Perguruan Tinggi juga harus mengambil peran nyata dalam membela Pancasila dan NKRI, sebagai wujud kepedulian terhadap bangsa dan negara Indonesia.



"Oleh sebab itu apabila kita semua masih cinta Indonesia, cinta NKRI, cinta Pancasila, dan cinta Bhinneka Tunggal Ika, kita harus menghentikan infiltrasi ideologi radikalisme, dan terorisme di seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia, agar rasa persatuan dan persaudaraan semakin kuat. Jangan sampai hasil kerja keras untuk anak cucu kita, hancur karena terorisme dan radikalisme sehingga bangsa kita jadi bangsa yang mundur," tambah Presiden Jokowi. (SS/JT)



  INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID