Back to newsline
Internasional
PENJELASAN PANGLIMA TNI KEPADA PRESIDEN JOKOWI SOAL 5.000 SENJATA
Artikel Oleh Susanti
Senin, 02 Oktober 2017, 11:09 WIB | 26 views


Presiden Joko Widodo dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (foto : kabarpolisi.com)
Jakarta - "Ya, tadi malam, setelah saya dari Bali, (Panglima TNI) sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan. Saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas. Saya kira tidak usah saya ulang lagi," kata Presiden Jokowi..



Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi, terkait merebaknya isu pembelian 5.000 senjata oleh institusi non-militer. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, juga telah menghadap Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan hal tersebut.



Pertemuan Presiden Jokowi dengan Gatot Nurmantyo berlangsung dua kali, pertama, Selasa malam (26/9), di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sepulang kunjungan kerja Presiden dari Provinsi Bali. Kedua, Rabu sore (27/9) di Istana Merdeka Jakarta, bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.



Baik Gatot maupun Wiranto, usai pertemuan itu tidak bersedia memberikan penjelasan sedikitpun seputar hasil pertemuan dengan Presiden, kepada awak media. (seperti dilansir VOA)



"Ya, tadi malam, setelah saya dari Bali, (Panglima TNI) sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan. Saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas. Saya kira tidak usah saya ulang lagi," kata Presiden Jokowi..



Presiden juga mengatakan, tidak semua hasil pertemuan dapat disampaikan kepada media. Namun Ia menyampaikan, bahwa pernyataan Menkopolkam Wiranto melalui siaran pers tentang isu politik terkini tanggal 24 September 2017, sudah jelas.



Ketika bertemu dengan wartawan di gedung DPR, Rabu (27/9), Gatot Nurmantyo, penjelasan soal pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non-militer di hadapan purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, bukanlah informasi intelijen. Gatot mengatakan informasi intelijen hanya dapat ia sampaikan kepada Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi TNI.



"Informasi intelijen yang saya dapat hanya boleh diberikan pada Presiden. Pernyataan saya kepada Purnawirawan itu bukan informasi intelijen. Karena informasi intelijen harus mengandung siapa, apa yang dilakukan, bilamana kapan waktunya, di mana dan bagaimana. Jadi itu yang saya sampaikan kepada pak Presiden (di Halim). Yang saya sampaikan jangan tanyakan ke saya, karena gak boleh saya jelaskan. Saya hanya akan menyampaikan kepada Presiden," tegas Gatot Nurmantyo. (SS/JT)



  INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID