Back to newsline
Nasional
POLISI MENANGKAP ARTIS YANG MEMESAN SABU MELALUI OJEK ONLINE
Artikel Oleh MAULIDA FANNY
Selasa, 31 Oktober 2017, 06:22 WIB | 28 views


Illustrasi Narkoba
Jakarta - Polda Metro Jaya telah menangkap seorang artis berinisial SF dan kekasihnya berinisial C, atas kepemilikan sabu. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan menuturkan, penangkapan SF bermula dari adanya laporan seorang pengemudi ojek online berinisial H pada, Senin (23/10/2017) lalu.

"(sopir ojek online) mendapatkan order pengiriman paket tanpa aplikasi di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Dia merasa curiga dengan laki-laki tersebut dikarenakan sangat terburu-buru memberikan order paketan tersebut," ujar Suwondo dalam keterangan persnya, Minggu (29/10/2017).

Pria misterius itu memberikan H, uang Rp 300.000 untuk mengantar paket ke daerah Modern Land, Tangerang. H, kemudian melapor ke polisi karena curiga. Di Polda Metro Jaya, pihak kepolisian bersama H selanjutnya membuka paket tersebut dan menemukan ada sebuah kotak jam merk SA, yang di dalamnya berisi sebungkus rokok.

Di dalamnya lagi, ada sekantong plastik berisi sabu seberat 0,5 gram dan sebuah cangklong untuk menghisap. Polisi kemudian melakukan control delivery, dengan mengerahkan salah satu anggota untuk menyamar sebagai pengemudi ojek online menggantikan H. Setibanya di rumah tujuan di Jalan Pulau Dewa Barat 2, Modern Land, seorang laki-laki keluar rumah untuk menerima paket. Setelah diterima, pria yang diketahui berinisial C itu, langsung dibekuk polisi di rumahnya, disaksikan kedua orangtuanya. Di dalam rumah itu juga ada kekasih C yakni SF yang berprofesi sebagai artis. Di dalam kamar C, polisi kemudina menemukan dua paket ganja seberat 5,54 gram, satu pak kertas papir, serta sebuah bong untuk menghisap.

"Barang sabu didapati dengan cara SF pacar C, memesan kepada temannya saudara Ardi (DPO) seharga Rp 850.000, sebanyak setengah gram," kata Suwondo.

Pembayaran dilakukan melalui transfer. Sementara ganja didapat dengan cara membeli kepada Pasha seharga Rp. 850.000 per bungkus di daerah Tangerang.

Atas peristiwa ini, SF dan kekasihnya C, dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika. (mf/jt)

  INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID