Back to newsline
Nasional
SETELAH CEMPAKA, KINI DAHLIA YANG MENGANCAM
Artikel Oleh MAULIDA FANNY
Jumat, 01 Desember 2017, 06:01 WIB | 31 views


Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). (Foto- Antara/Rivan Awal Lingga)
Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kemunculan siklon tropis baru di barat daya Bengkulu. Siklon yang diberi nama Dahlia ini dapat menimbulkan dampak cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers di kantor pusat BMKG, Rabu (29/11) sore, menjelaskan, BMKG mencatat adanya bibit siklon tropis di barat daya Bengkulu. Bibit tersebut mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada pukul 19.00 WIB dengan nama siklon tropis Dahlia.


"Dahlia berada pada posisi 8.2 derajat lintang selatan dan 100.8 derajat bujur timur (sekitar 470 km sebelah selatan Bengkulu). Pergerakan siklon ini mengarah ke tenggara menjauhi wilayah Indonesia," kata Dwikorita seperti dikutip laman resmi BMKG.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, BMKG sudah menjelaskan bahwa kekuatan siklon tropis Cempaka saat ini sudah mulai mengecil dan menjauh dari selatan Pulau Jawa. Siklon ini telah melemah menjadi depresi tropis.


Kendati demikian, yang menjadi kekhawatiran dan pembahasan BNPB adalah kemungkinan lahirnya siklon baru lagi. "Ini harus diantisipasi. Siklon itu bahayanya menimbulkan puting beliung, merusak rumah, terjadinya cuaca ekstrem, hujan yang menyebabkan banjir dan longsor," jelas Willem.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, cuaca ekstrem akibat siklon tropis Cempaka telah menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sebanyak 19 orang meninggal dunia dengan perincian empat orang adalah korban banjir dan 15 orang korban longsor.


Ia menerangkan, ribuan rumah, ribuan hektare lahan pertanian, dan fasilitas publik terendam banjir. Aktivitas masyarakat lumpuh total di Wonogiri, sebagian daerah di Yogyakarta, dan Pacitan. Jalan lintas selatan yang menghubungkan Wonogiri hingga Ponorogo juga lumpuh karena tertutup longsor.


Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah. Pendataan dampak bencana masih dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Pencarian dan penyelamatan korban longsor di Pacitan masih dilakukan," ujar Sutopo. (mf/jt)


  KEMENRISTEK KUCURKAN RP 1,2 T BANTU BIAYA RISET PERGURUAN TINGGI    WASEKJEN HANURA: BERI KESEMPATAN OSO TINGKATKAN ELEKTABILITAS PARTAI    MENSOS: PENYALURAN BPNT 2018 BERUPA BERAS DAN TELUR    POLISI GREBEK JUDI ELEKTRONIK DI KAWASAN WISATA KUTA    CIPTAKAN TERTIB LALU LINTAS, ANIES BUKA OPERASI LINTAS JAYA 2018    INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID