Back to newsline
Nasional
DI DUGA ANGIN KENCANG DAN CURAH HUJAN TINGGI, 50 TON IKAN DI DANAU MANINJAU MATI
Artikel Oleh MAULIDA FANNY
Minggu, 03 Desember 2017, 10:26 WIB | 29 views


DANAU MANINJAU
Lubukbasung - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sekitar 50 ton ikan milik pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau, mati mendadak. Diduga, kematian ikan akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi semenjak Minggu (26/11) lalu.



"50 ton ikan yang mati ini dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran tiga sampai tujuh sentimeter," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Minggu (3/12).



Ikan yang mati ini berasal dari puluhan unit Keramba Jaring Apung milik 15 pembudidaya ikan yang tersebar di Bayua, Linggai, Duo Kito, Tanjung Sani dan Koto Melintang. Akibat kejadian ini, pembudidaya ikan mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar karena harga per kilogram sebesar Rp 30 ribu. "Saat ini ikan sudah mengapung ke permukaan danau dengan keadaan sudah membusuk," jelas Agam.



Dengan kematian ini, pihaknya menghimbau pembudidaya agar segera memanen ikan yang sudah siap panen dan memindahkan ke kolam air tenang. Selain itu, mengurangi pemberian pakan ikan, hidupkan mesin oksigen dan lainnya. "Ini untuk meminimalkan kematian ikan yang dapat menambah kerugian bagi pembudidaya," ujar Agam.



Sebelumya, pihaknya telah menghimbau pembudidaya untuk tidak melakukan aktifitas budidaya ikan beberapa tahun kedepan di Danau Maninjau. Ini dalam mengurangi pencemaran danau akibat sisa pakan, karena kondisi danau vulkanik ini dalam keadaan tercemar.



Salah seorang pembudidaya ikan, Hendra (35 tahun) mengatakan, kematian ikan ini akibat kekurangan oksigen, karena sebelum kematian angin kencang disertai curah hujan melanda daerah itu. Satu hari setelah kejadian ini, ikan mulai pusing dan mati mendadak termasuk ikan miliknya.



"Ikan milik saya mati sekitar dua ton dengan ukuran siap panen. Agar tidak mengalami kerugian, saya sudah memanen ikan yang masih tersisa," ungkap Hendra. (mf/jt)

  KEMENRISTEK KUCURKAN RP 1,2 T BANTU BIAYA RISET PERGURUAN TINGGI    WASEKJEN HANURA: BERI KESEMPATAN OSO TINGKATKAN ELEKTABILITAS PARTAI    MENSOS: PENYALURAN BPNT 2018 BERUPA BERAS DAN TELUR    POLISI GREBEK JUDI ELEKTRONIK DI KAWASAN WISATA KUTA    CIPTAKAN TERTIB LALU LINTAS, ANIES BUKA OPERASI LINTAS JAYA 2018    INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID