Back to newsline
Nasional
LIMA SAKSI DI PERIKSA TERKAIT PENYERANGAN POLSEK BONTOALA
Artikel Oleh MAULIDA FANNY
Selasa, 02 Januari 2018, 17:59 WIB | 15 views


Tim LabFor (laboratorium Forensik) Polda Sulsel, melakukan olah TKP (foto:nasional.republika.co.id)
Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, telah memeriksa lima orang saksi terkait penyerangan kantor Mapolsek Bontoala dengan bom molotov. Kejadian ini berlangsung usai malam pergantian tahun baru, Senin (1/1) dini hari.

"Sampai saat ini sudah ada lima saksi yang kami mintai keterangannya dan semua keterangan saksi-saksi ini akan kami cocokkan dengan hasil olah tempat kejadian perkara," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Mapolsek Bontoala Makassar, Senin (1/1).

Dua diantara yang dimintai keterangan sebagai saksi korban, yakni Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin dan Brigpol Yudirsan. Sedangkan tiga lainnya adalah warga sipil anak dan istri kapolsek.

Dicky mengaku, keterangan dari para saksi, terkait ciri-ciri pelaku pelemparan bom molotov tersebut, sudah dicocokkan dengan hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis Polda Sulsel.

"Kami tunggu saja hasilnya dan doakan agar pelakunya cepat tertangkap. Yang jelas, keterangan dari saksi-saksi ini sudah memberikan gambaran dan tidak lama lagi akan tertangkap pelakunya," kata Dicky.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri) itu mengaku, jika bom yang dilemparkan ini termasuk dalam kategori daya ledak rendah atau low explosive. Sebelumnya, markas Polsek Bontoala di Jalan Sunu, Makassar mendapat teror bom, setelah pelaku melemparkan bom molotov beberapa jam setelah pergantian tahun atau tepatnya sekitar pukul 03.00 Wita.

Dua polisi yang terkena serangan, yakni Brigpol Yudirsan dan Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin. Brigpol Yudirsan mengalami luka pada bagian paha kanannya, setelah bom molotov itu meledak dan serpihannya mengenai paha yang kemudian tembus. Sedangkan Kompol Rafiuddin mengalami luka pada jari kirinya.

"Berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian itu, pak Kapolsek sempat melihat orang tak dikenal yang tiba-tiba muncul dan melemparkan benda. Setelah lemparan itu terjadi ledakan dan pelaku langsung melarikan diri ke belakang kantor Polsek," kata Dicky Sondani. (mf/jt)



  INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID