Back to newsline
Nasional
KOMISI PENGAWAS PERADI PERIKSA FREDRICH YUNADI
Artikel Oleh MAULIDA FANNY
Jumat, 12 Januari 2018, 18:00 WIB | 7 views


Fredrich Yunadi (foto:wowkeren.com)
Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), akan memeriksa advokat Fredrich Yunadi, usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Rabu (10/1).

KPK menetapkan Fredrich sebagai tersangka, karena diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka, Setya Novanto.

"Kami dari tim kuasa hukum melihat, mencoba juga memahami apa yang disangkakan oleh KPK ini, dengan cara meminta kepada Komisi Pengawas Peradi, untuk melakukan pemeriksaan terhadap Fredrich Yunadi," kata Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/1).

Refa yang juga Wakil Ketua Umum Peradi itu menyatakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu, apakah dalam pelaksanaan profesi Fredrich sebagai kuasa hukum Novanto terdapat pelanggaran kode etik. "Apakah ada dalam pelaksanaan profesi kemarin yang dilakukan sebagai kuasa hukum dari Setya Novanto itu ada tidak pelanggaran kode etik," tutur Refa.

Terkait hal itu, Refa pun mengajukan surat kepada KPK, meminta agar pemeriksaan Fredrich sebagai tersangka pada, Jumat (12/1), dapat ditunda. "Kami datang ke KPK ini sebenarnya ingin ketemu dengan Direktur Penyidikan karena beliau yang memberikan surat pemanggilan dan juga ingin ketemu dengan beberapa orang penyidik perkara ini tetapi sedang tidak ada di tempat kalaupun ada harus janji lebih dahulu," ujar Refa.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, lembaganya menghargai jika Peradi akan melakukan pemeriksaan terhadap Fredrich. Namun, KPK juga akan melakukan proses hukum sesuai jadwal yang telah ditentukan, yaitu pemeriksaan Fredrich sebagai tersangka pada Jumat (12/1).

"Kami hargai proses pemeriksaan kode etik, kalau Peradi mau melakukan pemeriksaan tetapi tentu proses hukum berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah kami tentukan," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/1).

KPK telah menetapkan Fredrich Yunadi alias Fredy Junadi yang juga mantan kuasa hukum Novanto, dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta Barat, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Fredrich dan Bimanesh, diduga bekerja sama untuk memalsukan tersangka Setya Novanto ke Rumah Sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (mf/jt)



  INTV KINI TELAH MENGUDARA DI JABODETABEK, SERANG, PANDEGLANG, LEBAK, CILEGON, CIBINONG (22 UHF), MEDAN, BELAWAN, LUBUK PAKAM, TEBING TINGGI, BINJAI (55 UHF), PANGKAL PINANG (38 UHF), LAMPUNG, KALIANDA OGAN ILIR (39 UHF), KENDARI (22 UHF), MANADO (59 UHF), PALEMBANG, KAYU AGUNG (56 UHF), PALU (51 UHF), TERNATE, TIDORE, DAN SOFIFI (32 UHF). KAMI AKAN SEGERA HADIR DI BANDUNG, SEMARANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN MAKASSAR    INTV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI LIVE STREAMING DI INTV.ID/LIVE, ANDROID DAN IOS APPS (IBOLZ, MIVO, USEE TV), CABLE TV MY REPUBLIC (CHANNEL 262), NETCITI (CHANNEL 17), MNC PLAY MEDIA (CHANNEL 137), K-VISION (CHANNEL 53) DAN INDIHOME (CHANNEL 125)    INTV JUGA DAPAT DISAKSIKAN MELALUI SATELIT PALAPA-D DENGAN RECEIVER MPEG4 PADA FREKUENSI 3986 MHZ, POLARISASI HORIZONTAL, DAN SYMBOL RATE 3636, ATAU DI SATELIT IP STAR-1 (THAICOM 4) PADA FREKUENSI 11687 MHZ, POLARISASI VERTIKAL, DENGAN SYMBOL RATE 6667    UNTUK INFORMASI PLACEMENT, BLOCKING, DAN IKLAN DI INTV, ANDA DAPAT MENGHUBUNGI MARKETING KAMI DI TELEPON 021(6348057), FAX:021(6348061), GSM/WA:08111920933, EMAIL: MARKETING@INTV.ID, UNTUK KRITIK DAN SARAN SERTA INFORMASI LAINNYA: INFO@INTV.ID